Berasal dari keluarga yang hidup dibawah garis kemiskinan memaksa seorang gadis kecil tumbuh menjadi anak yang tegar, bertanggung jawab, dan bekerja keras.ia bernama Ranti, Menjadi seorang kakak perempuan yang tertua untuk 2orang adik perempuan dan 4orang adik laki-laki bukanlah hal yang mudah bagi seorang gadis seumuran dia. Ranti yang seharusnya hanya belajar dan fokus untuk sekolah di kelas 3SD ini harus rela membagi waktunya untuk membantu orang tuanya juga, begitu pula dengan adik-adiknya Ratna, lia, Tarno, Nino, dan 2orang adiknya yang masih terlalu kecil sehingga tak ikut membantu. Ranti mempunyai seorang kakak laki-laki yang duduk di kelas 5SD yang menjadi anak kesayangan dari ibunya itu hanya fokus sekolah tanpa ikut membantu mencari uang, Namun Ranti tak pernah berkeluh kesah dan tak pernah protes kepada ibunya.
Sepulang sekolah setiap harinya Ranti langsung berganti pakaian untuk langsung datang ke rumah tetangganya yang cukup kaya untuk menjadi seorang pembantu disana. Sedangkan adiknya Ratna dan Lia ia membantu ibu di rumah, Tarno dan Nino berjualan kantong plastik di pasar dekat rumah. Apa yang dilakukan kakak tertua ? ia hanya bermaiin menikmati masa kecilnya .
Sampai suatu hari, Ranti pulang sekolah berlari-lari menuju rumahnya untuk cepat-cepat meminta uang kepadanya ibunya, sesampai dirumah “buu Ranti minta uang untuk beli Es, Ranti haus buu” dengan muka yang kelelahan “ga ada ibu ga punya uang” dengan wajah yang singit dan mengerutkan alis, karena tak diberi uang Ranti menangis didekat ibunya dan tak lama kemudian kakak tertuanya yang bernama Ratno datang dan langsung menghampiri ibunya dan berkata “buu minta uang dong buat beli Es”, “iya ini uangnya nak” memberikan selembar uang seribuan kepada Ratno. Melihat kejadian ini Ranti merasa sedih, lalu berkata “buu kenapa kk yang baru datang minta uang diberi sedangkan aku yang dari tadi meminta uang hingga aku menangis dari tadi tapi ibu tak memberikan uang kepada ku?” masih terisak-isak karena lelah menangis dari tadi, ibupun hanya terdiam tak menjawab sepatahkatapun.
Tak berhenti sampai disitu ketidak adlian dari ibunya berlangsung. Setiap Ranti menerima gaji dari hasil kerjanya ibunya selalu merampasnya terlebih dahulu hingga Ranti tak pernah merasakan uang hasil kerjanya sendiri,hingga suatu hari Ranti mencoba untuk berbuat nakal, ia menyisihkan sedikit gajinya untuk ia dapat pergi bersama sahabat baiknya Tini namun itu tak berhasil karena uang yang disimpannya dibawah lipatan baju dilemari diobrak abrik oleh ibunya karena curiga dengan gaji ynag diberikan Ranti lebih sedikit dibandingkan biasanya pada saat itu Ranti masih berada disekolahnya, setibanya ia dirumah ia langsung menuju lemari dan mencari uangya karena ia ingin pergi bersama Tini namun uangnya telah tak ada lagi, Rantipun bertanya pada ibunya “buu lihat uang aku yang ada ditumpukan pakaian dilemari tidak?”menangis karena panik, namun ibunya tak menjawab pertanyaannya hingga berkali-kali Ranti bertanya akhirnya ibunya menjawab “kalo ibu yang ambil kenapa?” dengan ketusnya ibu menjawab seperti itu “Ya Tuhan kenapa ibu tega sama aku, itu uang untuk aku pergi bersama Tina bu!”, “biarin suruh siapa kamu menyembunyikan uang itu dari ibu?” dengan kejamnya ibu menjawab seperti itu dan kemarahanya memuncak ibunya melempar semua pakaian yang telah rapi disetrika Ranti keluar rumah dan jatuh ditempat yang becek, betapa pilunya hati Ranti selalu diperlakukan seperti itu tangisnyapun semakin menjadi.
Tak hanya Ranti yang diperlakukan kejam seperti itu tapi juga Tarno yang berjualan plastik harus berjuang sendiri untuk membeli makan-makanan yang enak yang ia inginkan dan Nino harus berjualan plastik hingga larut malam karena ia takut ibunya akan marah jika ia pulang tanpa membawa uang hasil jualanya. Dan 2adik perempuana yang hanya membantu beres-beres rumah pun selalu menjadi sasaran kemarahan ibunya yang selalu tak pernah bersyukur dengan keadaan yang dialami, beruntung keduanya selalu bisa menangkis setiap pukulan yang melayang dari tangan ibunya sendiri, sedangkan anak laki-laki tertua dan 2orang adik laki-lakinya itu selalu dibela dan dipenuhi kebutuhannya tanpa harus bersusah payah bekerja. Hingga akhirnya Ranti harus mengalah untuk berhenti bersekolah demi adik-adiknya yang lain ia tak melanjutkan pendidikannya ke kelas 4SD, kk laki-lakinya dan adik-adiknya tetap bersekolah hingga SMA.
Masa-masa remaja Rantipun tak seindah teman-temannya yang lain hanya berbekal pendidikan SD ia menjadi buruh dipabrik, dan sama seperti yang sebelumnya gajinya selalu dirampas oleh ibunya, beruntung ia memilik sahabat seperti Tini anak orang kaya yang tak sombong dan selalu menolongnya disetiap kesulitan apapun. Sikap ibunya yang selalu mendiskriminasi dirinya tak membuat ia menjadi anak durhaka ia terus tetap berbakti pada ibunya dan menyayangi ibunya. Hingga diumur 19tahun ia dipinang oleh seorang laki-laki teman mainnya yang berasal dari keluarga kaya yang sangat menyayanginya dan Rantipun dapat terlepas dari sikap ibunya yang kejam namun sifatnya yang selalu sabar, iklas, dan penyayang tak membuat dirinya dendam pada ibunya dan menelantarkan ibunya begitu saja ia tetap menyayangi ibunya dan menjamin kehidupan ibunya setiap bulan dan seorang adiknya yang bernama Nino berhasil menjadi seorang Sarjana Ilmu Teknologi dengan biaya kuliah dari hasil kerja yang dilakukannya sambil kuliah dan kknya Ratno juga berhasil menjadi seorang Sarjana Pendidikan tentu saja dengan biaya sendiri pula karena ibu hanya mampu menyekolahkannya sampai SMA, sedangkan adiknya yang lain yang hanya berbekal pendidikan SMA hanya menjadi wiraswata biasa.
Sampai saat ini sikap ibunya tak pernah berubah ia tetap kolot, dan tak pernah adil kepada anak-anaknya hingga semua anaknya menikah dan memiliki masing-masing anak ia tetap hanya sayang pada cucu dari anak-anak tersayangnya . Hingga akhirnya ia sadar bahwa sikapnya itu adalah sikap yang tak baik karena ketulusan dan kasih sayang dari Ranti yang tak pernah putus dan perhatian dari cucu tertuanya Naia anak dari Ranti membuat hati ibu perlahan luluh dan menyadari bahwa yang paling sangat menyayanginya adalah anak-anak yang tak pernah ia perdulikan sedangkan anak-anak tersayangnya yang selalu dibelanya tak terlalu memperhatikan ibu. Lalu Saat acara kumpul seluruh keluarga di rumah kk tertua Ratno pada saat suasana sedang hening ibu tiba-tiba berkata “anak-anakku ada yang ingin ibu sampaikan kepada kalian semua, ibu ingin meminta maaf kepada kalian semua atas sikap ibu yang tak adil terutama kepada Ranti, Ratna, Lia, Tarno dan Nino ibu selalu berlaku kejam pada kalian dan membedakan kalian dengan Ratno kk kalian dan 2orang adik kalian Darma dan Wawan” seluruh anak terdiam dan terkejut, merekapun dengan serempak menjawab “tidak apa-apa ibu kami iklas menerimanya” ibupun tersenyum dan anak-anak yang lainpun tersenyum bahagia karena ibunya telah sadar dan berubah mereka semua berpelukan di depan halaman rumah Ratno.
THE END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar